July 15, 2010

Nyesel?

Ngga peduli lo semua mau bilang apa, tapi tiba-tiba, gue (sedikit) menyesali keputusan yg gue buat. Gue bener-bener ngga ada basic untuk jenjang pendidikan lanjutan gue. Gue bener-bener ngga ngerti apa yang akan gue hadapin nanti, apa yang akan gue pelajari nanti, apakah itu menyenangkan atau tidak, oh ya gue bener-bener ngga tahu sama sekali.

Gue iseng-iseng search mengenai (kira-kira) apa yang akan gue pelajari nanti. Guess what? The next 4 (or 3) years, I'm gonna spend my time learn about something that I don't really like *panjang bener perasaan -_-* Awalnya, gue memang sudah puas dengan apa yang gue dapat sebelumnya. Jenjang pendidikan lanjutan di salah satu institusi yang (mungkin) kurang prestise dengan milik negara, tapi dengan bidang yang gue inginkan. Bidang yang memang tidak terlalu lama gue tekuni. Tapi memiliki ketertarikan untuk mendalaminya.


Macbook Pro dan SLR sudah terbayang-bayang dipikiran gue. Tapi apalah daya, ego mengalahkan segalanya. Ketika saya mendapat berita bahwa saya diterima di salah satu institusi negeri punya. Senang? Oh ya jelas.  Bangga? Jelas. Siapa yang ngga senang bisa buat orang tua bangga? Negeri gitu. Prestise gitu. Meskipun bidangnya bukan yang saya inginkan sekali. Saat itu saya dihadapkan pada dua pilihan sulit. Mengikuti keinginan hati atau mengikuti keinginan orang tua. Akhirnya saya mengikuti keinginan orang tua.

"Dan lo baru mikir sekarang? Lo baru nyesel sekarang? Tolol!"

Mungkin itu kata-kata yang ada dipikiran lo sekarang. Ketika semua administrasi selesai di urus, ketika semua-muanya beres, ketika guetinggal belajar yang bener, ketika, ketika dan ketika. Labil? Oh ya gue emang labil. Someone's already told me about that. Bahkan orang itu sepertinya menyesali keputusan yang saya ambil. Kata dia, ngga seharusnya gue mengambil bidang yang tidak terlalu gue kuasai. Dia memang bukan siapa-siapa. Bukan orang tua, tante bahkan om. Dia cuma sahabat dekat saja. Dan gue baru mikirin kata-kata dia sekarang.

Apakah ini akan jadi penyesalan berlarut? Atau hanya sekedar kelabilan emosi gue aja? Tapi pada saat ini, gue (sedikit) menyesali keputusan yang gue buat. Sungguh.

No comments:

Post a Comment