Saya merasa amygdala saya mau meledak. Sama seperti judulnya. Kenapa meledak? Terlalu banyak pikiran dalam otak saya.Terlalu banyak beban yang saya pikul. Oke, untuk statement terakhir memang saya akui sedikit berlebihan. Mungkin ada dari kalian yang tahu apa yang membuat saya (amygdala saya.red) meledak. Beberapa dari ledakan amygdala itu sempat saya curahkan pada 'kicauan' si burung biru yang suka 'maintenis.' Marilah kita sebut hal itu 'something' untuk ke depannya.
Nah, si 'something' ini selalu membuat amygdala saya meledak pada waktu yang tidak ditentukan. Entah itu saat baru bangun tidur, makan siang, istirahat, sampai saya mau tidur lagi. See? It really annoys me. Si 'something' itu selalu dipertanyakan setiap saat, setiap waktu, dan (terkadang) tidak dalam tempat yang tepat. Dan yang paling ekstrem adalah di situs jejaring sosial yang pandai 'berkicau' itu. They keep asking the same question almost everyday! Jangkankan di situs jejaring sosial ini ya, setiap ketemu orang, pasti mereka menanyakan 'something' ini. Bayangkan, betapa bosannya saya mendapat pertanyaan seperti ini dan menjawabnya selalu dengan hal yang sama.
Mungkin saya yang bodoh atau mungkin berlebihan dalam menanggapinya. Tapi seriusan deh ah it annoys my timeline everyday (guess now you know what I mean -_-) Cause I think all of them are blaming me! But, HEY, I'M NOT THE ONLY TO BLAME BTW! Nah kan amygdala saya (mulai) meledak lagi mengetiknya.
Kalau saya boleh bercurah secara bebas tanpa ada berkomentar, kira-kira kata-kata inilah yang akan keluar:
"Bisa ngga sih ngga usah nanya itu terus?? Iya, gue ngerti kalian mau cepet nerima ini. Tapi, please, ngertiin kita. Kita udah berusaha banget untuk nyelesein ini tepat waktu. Tapi, ada banyak hal yang harus kita hadapin. Kalian tau ngga kalo kita sendiri bermasalah? Kalian tau ngga kita pusing nagihin yang belum kelar? Kalian tau ngga kalo itu ngutang? Kalian tau ngga kalo utangnya itu ga sedikit? Kalian tau gimana cara nutupinnya? Tau? Mungkin berkata memang mudah, kalau kalian ngeliat ke lapangan, ngga semudah itu menjalankannya. Mungkin kalian kira kerjaan kita cuma 'have fun,' ketawa-tawa, haha-hihi, tapi kalo udah inget utang, boro-boro deh kita mau ketawa-tawa, haha-hihi. So please, stop asking about that...."
"Nah sekarang, anteng kalian. Seneng? Kalian ngga tau gimana pikiran kita? Kalian ngga tau betapa bingungnya kita pas hari-H? Kalian ngga tau kalo kita bingung? Bingung bagaimana dengan yang sisa. Kalian tau kita udah siapin mata, hati, telinga buat terima caci makian kalian? Kalian tau itu? Disaat kalian anteng, seneng, kita ngga. Kita stress, kita bingung, kita pusing...."
"Giliran kabar itu disentil dikit, mulai lagi deh kalian berkoar. Caci maki, protes, segala macam. Tau ngga kalo kita bikin keputusan itu ngga gampang? Tau ngga kalo dibalik keputusan itu, saya harus mengeluarkan semua kebun binatang dari mulut saya dulu? Tau ngga kalo dibalik itu semua kita ada perang mulut dulu? Tau ngga kalo kita terkadang suka benci satu sama lain?"
"Belum lagi 'kicauan' kalian yang terkadang menohok hati saya dan yang lain. Sometimes that really really make us angry. Ditambah lagi, beberapa individu yang terkadang suka sok ikuta campur. Hey, it's our problem and we don't need you to solve it. Mungkin kesannya kami egois, berasa bisa padahal sesungguhnya ngga bisa. Tapi sejujurnya, kami sama sekali ngga mau ngeberatin kalian. That's why we sound so selfish sometimes..."
Nah sekarang tau kan mengapa amygdala saya rasanya mau meledak setiap hari. Seandainya saya bisa 'berkicau' tanpa ada yang komentar, saya mungkin tidak akan menuliskannya disini. Sekarang saya mohon sekali, janganlah ada caci maki lagi untuk kami. Kami sudah bekerja sangat keras untuk mewujudkan 'something' itu. Bila ada sesuatu hal yang tidak berkenan, diharap sebelum mengeluarkan suatu statement untuk mengingat pengorbanan kami dalam melakukannya. Tidak hanya waktu dan tenaga, tetapi emosi dan finansial juga. Sekali lagi, saya, mewakili yang lain, mengucapkan maaf sebesar-besarnya asal failure yang terjadi. Diharap pada hari-H, kalian bisa kooperatif sehingga tidak keluar caci makian tersebut.
Maaf sebesar-besarnya,

tapi akhirnya pada menyukai 'something' itu ndah :')
ReplyDeleteseneng sih day orang-orang pada puas. tapi gue kalo inget utang............ ngga tenang hati gua -.-"
ReplyDelete