July 31, 2011

End of July


to:
Me
J.K. Rowling
Harry Potter
&
Neville Longbottom

I'm officially turns 19th now. Senang atau sedih? Hmm saya sendiri bingung menggambarkannya. Time goes so fast. Rasanya baru kemarin sweet seventeen eh sekarang udah nineteen aja. Dan tahun depan umur saya 20. Ya, 20 tahun. Kepala dua usia saya tahun depan. Tahun ini tahun terakhir usia saya berkepala satu. Means i'm not a teenager anymore. If you realized, nineteen is the last number that use teen behind it. Ya, itu tahun depan sih. Cuma kepikiran saja sama saya.

Sembilan belas tahun. Woh saya sudah tua ya. Haha. Saya hidup sudah lama juga ya. Semakin bertambahnya usia tidak selamanya itu baik. Bertambahnya usia dapat berarti, bertambah dosa. Ya, dosa saya sudah sebanyak sembilan belas tahun. Miris bila mengingatnya. Tapi kalau ditanya apakah saya siap mati besok, tentu saja jawabannya tidak. Saya belum jadi sarjana, saya belum jadi psikolog, saya belum kawin, saya belum naik haji, saya belum punya butik, saya belum bangun masjid, saya belum...., saya belum...., dan saya belum.... See? Banyak sekali hal yang belum saya lakukan.

Sembilan belas tahun. Saya rasa achievement saya masih sangat sedikit. Banyak yang belum saya lakukan untuk orang-orang terdekat saya. Banyak yang belum saya lakukan untuk diri saya. Banyak yang belum saya lakukan untuk negara. Banyak yang belum saya lakukan untuk dunia. Tidak hanya itu, banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan saya yang terjadi.

"God give you want you need not what you want."

Sembilan belas tahun. Mungkin kata Tuhan, saya masih butuhkan setahun lagi untuk memperbaiki diri. Sehingga Dia memberikan saya waktu satu tahun lagi. Apa yang terjadi pada hidup saya selama sembilan belas tahun ini adalah apa yang saya butuhkan. Bukan apa yang saya mau. Mungkin, dunia membutuhkan saya sebagai seorang psikolog, bukan sebagai seorang arsitek. Mungkin, dunia membutuhkan saya sebagai saya pada saat ini, bukan seperti saya seperti apa yang saya inginkan.

Sembilan belas tahun. Bukan waktu yang sebentar dan belum waktu yang lama. Terima kasih Tuhan, untuk memberikan saya sembilan belas tahun yang menakjubkan. Sembilan belas tahun, yang membentuk saya seperti ini. Sembilan belas tahun, yang memberikan saya begitu banyak problematika sehingga saya bisa kuat, saya bisa dewasa. Sembilan belas tahun, yang menurut Engkau waktu yang kurang untuk saya memperbaiki diri. Terima kasih Tuhan, untuk sembilan belas tahun ini :)

p.s. last but not least, Happy Birthday to Me! ;)

Regards,


Indaho

No comments:

Post a Comment