Date: July 6th 2012
Time: 00:21
Weather: Hot
Now Playing: The Saturdays – No One
One thing that I can’t stop talking about is……………….. dreams.
Tidak cuma mimpi sih, tetapi tentu saja dengan bagaimana cara meraih mimpi
tersebut. Speaking about dreams, I’ve got so many dreams! Jadi Editor in Chief,
keliling dunia, menerbitkan novel saya yang sudah saya tulis sejak SMP, punya
clothing line, naik haji, liburan sekeluarga, dapat beasiswa ke Amerika untuk
program magister Psikologi Klinis dan lain-lainnya yang mungkin tidak akan
habis jika dituliskan disini.
Sebenarnya apa itu mimpi? Hmm kalau menurut pendapat saya,
mimpi itu adalah sesuatu hal yang kita inginkan. Terus, hal ini berkaitan
dengan goal ataupun target yang berarti tujuan akhir. Nah kita tahu banget kan
kalau dalam mencapai suatu target atau tujuan yang kita inginkan itu sulitnya
minta ampun? Itu namanya masalah atau problem. Kalau kata Matlin dalam buku
Cognition, terdapat tiga fase dalam masalah, yaitu initial state (kondisi
sekarang), goal state (kondisi tujuan) dan obstacles (hambatan). Naah obstacles
atau hambatan ini nih yang biasanya menghambat kita dalam mencapai tujuan.
Analoginya, kita punya mimpi mau jago main gitar (goal state)
tapi kita engga ngerti sama sekali tentang gitar (initial state) akhirnya kita
les nih biar jago main gitar. Tapi setiap mau les gitar, adaaaa aja
halangannya, misalnya kayak harus ngerjain tugas sekolah/kuliah, diskusi
kelompok, rapat organisasi dan sebagainya (obstacles). Kalau udah dihadapin
sama hal yang kayak gitu, pasti akan lebih merelakan les gitarnya kan ketimbang
engga ikut rapat?
Kalau kalian kayak saya nih yang punya banyak mimpi, atau
mau berkaca ke analogi yang diatas, apa sih yang harus kita lakuin? Pertama
kali, kita harus me-manage prioritas mimpi kita. Misalnya, antara mimpi untuk
menikah di usia 25 dan lulus sarjana di usia 21. Pasti kita akan mendahulukan
lulus sarjana dulu kan dibandingkan dengan menikah?
Setelah kita me-manage prioritas mimpi kita, mulailah
membuat rencana untuk mewujudkan mimpi tersebut. Misalnya, usia 20 sudah mulai
bisnis baju online, usia 21 sudah punya penghasilan tetap dari bisnis tersebut
dan sebagainya.
Setelah buat rencana untuk mewujudkannya, sekarang waktunya
menjalankannya! Yup! Ini merupakan bagian, yang mungkin terberat. Butuh
komitmen dan kekonsistenan dalam menjalani proses menuju mimpi kita
tersebut. Misalnya, kita mau IPK 3,5 tetapi
belajarnya H-5 Jam sebelum ujian. Yang sudah belajar dari dua minggu sebelumnya
aja belum tentu IPKnya 3,5 apalagi yang belajarnya H-5 jam sebelum ujian?
Oh iya, kita juga harus realistis yaah dalam merencakan
mimpi kita. Meskipun kemungkinan selalu ada, tapi kalau tidak realistis kan yah
engga akan kesampaian juga. Misalnya kayak mesti kenal sama Brad Pitt gituh.
Kalau menurut saya sih itu agak sedikit tidak realistis meskipun saya sendiri
kepengen. Hehe.
Kita juga harus tahu sejauh apa kemampuan kita dan jangan
memaksakan diri. Kita engga begitu peduli mengenai politik, tapi ada
international conference di negara yang kita pengen banget datengin sehingga
kita memaksakan diri untuk memahami politik demi pergi ke negara tujuan kita.
Menurut saya, itu engga sehat. Apa salahnya kalau kita menunggu conference lain
yang memang sesuai dengan bidang dan kemampuan kita?
Bagaimana sih melewati hambatan-hambatan yang bikin mimpi
kita makin jauh? Hmm sebenernya sih engga ada tips khususnya. Asalkan kita
yakin dan percaya dengan diri kita, trust me deh hambatan apapun yang
menghadang pasti bisa terlewati. Dan inget lagi mengenai komitmen,
kekonsistenan dan kemauan besar kita untuk meraih mimpi kita tersebut.
Get ready to pursue your dreams and never give up guys!
XOXO
No comments:
Post a Comment