“If there’s a will, there’s a way.”
Percaya atau tidak, saya tidak setuju dengan kata bijak
tersebut. Menurut saya, mau saja tidak cukup tetapi harus diiringi dengan
kemauan yang kuat. Tapi, kemauan yang kuat pun tidak akan ada artinya tanpa
usaha. Kemauan kuat, tanpa usaha yang maksimal pun tidak akan ada artinya juga.
Namun apakah kemauan kuat dan usaha yang maksimal sudah cukup? Belum menurut
saya, masih ada yang kurang. Apa yang kurang? Berdoa, ikhtiar dan tawakal. Ini
bukan edisi Ramadhan loh yah, sekedar pendapat saya saja.
Ada yang bilang, untuk mencapai sesuatu itu harus terdapat
tiga unsur, yaitu kemauan, usaha dan berdoa. Tapi menurut saya, kemauan dan
usaha saja tidak cukup, tetapi harus besar dan maksimal. Yah balik lagi sih ke
statement sebelumnya diatas. Analogi mudahnya seperti ini:
Ada cowok yang naksir sama seorang cewek, sebut saja cowok
ini si A dan si cewek si B. Si B tahu betul kalau si A ini naksir sama dia dan
mau jadi pacar dia. Tapi engga mungkin kan si B nerima gitu aja si A jadi pacar
dia tanpa usaha? Emang si B cewek apaan? Nah akhirnya si A ini kan akan
berusaha untuk menjadi pacar yang, istilahnya, ideal dengan si B. Kalau
usahanya Cuma gitu-gitu aja atau engga maksimal, mana mau si B nerima si A jadi
pacarnya, iya kan? Naaah pasti kan si B ini usaha semaksimal mungkin deketin si
A biar jadi pacarnya, usaha yang besar pasti diiring dengan kemauan yang besar
doang kan? Tapi kalau ternyata tidak jodoh, engga akan kesampaian juga kan? Nah
disini nih masuk yang namanya berdoa, ikhtiar dan tawakal. Selain kemauan kuat
dan usaha maksimal, si B juga harus sering berdoa sama Yang Maha Kuasa. Percuma
dong usaha maksimal tapi ternyata bukan jodoh yang digariskan oleh Yang Maha
Kuasa?
Yah sekiranya ini pendapat saya mengenai Kemauan, Usaha dan
Berdoa. Ingat ya, kemauan kuat harus diiring sama usaha yang maksimal dan
mendekatkan diri sama Yang Maha Kuasa :)
xoxo
No comments:
Post a Comment