September 5, 2012

Klimaks untuk Segalanya

-->
Date: September 5th 2012
Time: 09.32 a.m.
Weather: Sunny
Now Playing: Mbak Kustimah’s Explanation about Introductory to Rorschach

Klimaks
Akhirnya semuanya mencapai puncaknya. Akhirnya semua benteng pertahanan itu hancur lebur. Akhirnya semua kata-kata terucap, baik yang baik maupun yang buruk. Akhirnya keluh kesah itu terucap. Akhirnya semua agresi fisik terjadi. Akhirnya tangis itu pecah. Akhirnya semua emosi terluap, semua semua semua.

Ketika semua kata baik dan buruk yang terucap menyentil pikiranmu. Ketika semua agresi fisik menyakiti dirimu. Ketika air mata yang tercurah menyayat hatimu. Ketika semua sentuhan hangat menyentuh punggungmu, Ketika pelukan bersahabat memeluk dirimu. Ketika bahu yang nyaman menjadi sandaranmu. Ketika seseorang menghapus air matamu.
Ketika tanpa kau sadari bahwa banyak orang memperhatikanmu. Ketika tanpa kau sadari bahwa banyak orang peduli padamu. Ketika tanpa kau sadari bahwa banyak orang menyayangimu. Ketika tanpa kau sadari banyak orang mencintaimu.
Ketika orang lain memberikanmu senyuman manis. Ketika orang lain memberikanmu tepukan hangat. Ketika orang lain memberikanmu pelukan bersahabat. Ketika orang lain mendengarkanmu. Ketika orang lain memberikanmu semangat. Ketika orang lain memberikan dukungan padamu. Ketika orang lain memberikan bantuan padamu tanpa pamrih. Ketika orang lain berkorban banyak untukmu.
Kamu tidak menyedari itu semua. Kamu tidak membuka mata, telinga dan pikiranmu. Kamu berusaha mengelak. Kamu merasa kamu bisa. Kamu merasa kamu sanggup. Padahal, kamu butuh bantuan. Padahal, kamu punya orang-orang yang peduli padamu, yang sayang padamu dan yang cinta padamu.
Kamu, juga, manusia.
Kamu punya fisik yang perlu dijaga. Kamu punya emosi yang terus beregulasi. Kamu punya psikologis yang harus selalu sehat. Kamu punya pikiran yang harus selalu jernih. Kamu punya diri, yang perlu untuk dijaga selalu baik dan sehat. Kamu terlalu membebankan diri sendiri. Kamu terlalu menyakiti dirimu sendiri. Kamu terlalu memberatkan diri sendiri.
Hei kamu!

Ada banyak orang yang peduli padamu. Ada banyak orang yang menyayangimu. Yang terpenting, ada banyak orang yang mencintaimu.

Berterima kasihlah pada Tuhan, kamu hidup dilingkungan orang-orang yang peduli padamu, yang menyayangimu, yang mencintaimu, kamu tidak sendiri, kamu punya mereka.
Terima kasih, untuk kalian yang peduli. Terima kasih, untuk kalian yang menyayangi. Terima kasih, untuk kalian yang mencintai.
Lots of Hugs, Love, Tears & Warmth


Dedicated to:
#SahaBitches, My New Family – Panitia @Forsi2012 & Kamu <3 p="p">

No comments:

Post a Comment