January 2, 2013

Reflection

Date: Jan 1st 2013
Time: 11:05 pm
Weather: Hot
Now Playing: Noise from the TV
Reflection
Time goes by.
Tanpa terasa satu tahun berlalu sudah. Tanpa terasa 12 bulan sudah berlalu. Tanpa terasa 52 minggu berjalan begitu saja. Tanpa terasa 365 hari sudah dilewati dengan segala hal yang sudah terjadi. Banyak kejadian suka dan duka yang terjadi dan membekas di hati. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang dapat diambil. Banyak tawa dan tangis yang terjadi. Banyak hal luar biasa yang terjadi, baik itu yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.


Many things happened for some reason.
Banyak hal yang terjadi, entah itu yang baik, entah itu yang buruk. Namun dibalik apa yang sudah terjadi, banyak hikmah yang dapat diambil dan banyak pelajaran yang dapat dipetik. Dari kejadian yang baik, dapat dipetik hal baik. Namun dari kejadian yang buruk pun, dapat dipetik hal baik juga. Kejadian baik dipuji dan disyukuri, namun saya lupa untuk mensyukuri kejadian buruk yang terjadi. Saya lupa bahwa apa yang sudah diberikan kepada saya oleh Tuhan itu adalah nikmat yang harus saya syukuri.

The reason that give us things to learn.
Tahun ini memberikan saya banyak pengalaman. Tahun ini memberikan saya banyak pelajaran. Belajar untuk menghadapi situasi penuh tekanan dan tuntutan disana-sini. Belajar untuk menghadapi orang-orang baru dengan visi misi beserta sudut pandang yang berbeda. Belajar untuk menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Belajar untuk melepaskan orang lain, membiarkan ia pergi dan menerima kenyataan bahwa dia telah pergi dan benar-benar pergi. Belajar untuk membenahi hati, perasaan dan pikiran yang kerap carut marut, kalut dan membalada.

While we learn, some people come and some people gone.
Banyak orang yang datang dan pergi. Banyak orang yang membekas di hati. Ada yang memberikan tawa dan ada yang memberikan tangis. Ada yang memberikan suka dan ada yang memberikan duka. Ada yang menjadi guru dan ada pula yang menjadi murid. Ada yang memberikan ilmu dan ada yang membagikan ilmu. Ada yang menjadi pemberi tepukan penuh semangat dan ada yang berapi-api menjatuhkan orang lain. Ada yang menjadi bahu untuk sandaran dan ada yang menjadi pemberi tissue ketika menangis.

And those things teach us for not only growing up but we also getting older.
Semua hal yang terjadi kerap membuat saya berpikir. Semua pengalaman yang saya rasakan kerap membuat saya menerawang jauh baik ke depan ataupun ke belakang. Apa yang sudah terjadi membuat saya berpikir dan menerawang. Apa yang sudah terjadi memberikan dampak pada diri saya. Saya merasa saya lebih kuat. Saya merasa saya lebih tangguh. Meskipun kerap kali saya merasa sendu lalu menangis, namun itu bukan berarti saya lemah. Itu berarti saya pernah melewati hal yang luar biasa pada diri saya dan saya, masih, hidup.

Remember one thing, If somebody punch you hard, punch them harder.
Mungkin, setengah tahun ini merupakan setengah tahun penuh tangis untuk saya. Banyak air mata yang terproduksi. Banyak air mata yang menetes berjatuhan. Banyak tissue yang terbuang. Entah itu yang terjatuh karena luapan agresi. Entah itu karena ekspresi kelelahan. Entah itu karena perasaan yang semakin kalut. Namun apalah air mata itu kalau saya masih terduduk disini, masih sehat walafiat tanpa kurang suatu apapun, untuk mengetikkan kaleidoskop kehidupan saya setahun kemarin. Saya masih bernafas dan saya masih hidup, sampai saat ini. Alhamdulillah.

But you don’t have to be worry because there will be rainbow after the storm. Believe it.
Meskipun di detik-detik penghujung tahun ini bermunculan berbagai macam permasalahan. Entah itu yang mengguncang fisik, entah itu yang mengguncang mental. Namun apalah arti itu semua jika saya masih bernafas saat ini. Tanda bahwa saya masih mampu bertahan dengan segala hal yang terjadi. Tanda bahwa saya siap untuk menghadapi babak hidup baru dalam hidup saya. Tanda bahwa saya siap menerima tantangan untuk memperbaiki diri jauh lebih baik dari sebelumnya. Tanda bahwa semua hal akan baik-baik saja dan saya akan mampu melaluinya.

After all, thanks for everything, God.
Terima kasih Tuhan untuk segalanya di tahun ini. Terima kasih untuk segala pengalaman yang Kau berikan. Terima kasih untuk segala ilmu yang Kau berikan. Terima kasih untuk orang-orang luar biasa yang saya temui di tahun ini. Terima kasih untuk orang-orang luar biasa yang memberikan dampak besar dalam kehidupan saya di tahun ini. Terima kasih untuk tawa yang terjadi. Terima kasih untuk air mata yang mengalir. Terima kasih untuk semua kabar baik. Terima kasih untuk semua berita buruk. Terima kasih untuk bahu yang bisa disandari. Terima kasih untuk tissue yang kerap tersodorkan. Terima kasih Tuhan, telah mempertemukan saya dengan seseorang yang kemudian mengisi hati saya. Meskipun kerap kali emosi terluap karena dirinya, namun saya bersyukur Tuhan.

Terima kasih Tuhan, untuk segalanya. Semoga kesempatan yang sudah Engkau berikan bagiku untuk kembali memperbaiki diriku akan bermanfaat untukku. Terima kasih, Tuhan.

No comments:

Post a Comment