Date: Jan 1st 2013
Time: 11:05 pm
Weather: Hot
Now Playing: Noise from the TV
Reflection
Time goes by.
Tanpa terasa satu tahun berlalu sudah. Tanpa terasa 12 bulan
sudah berlalu. Tanpa terasa 52 minggu berjalan begitu saja. Tanpa terasa 365
hari sudah dilewati dengan segala hal yang sudah terjadi. Banyak kejadian suka
dan duka yang terjadi dan membekas di hati. Banyak pengalaman dan pembelajaran
yang dapat diambil. Banyak tawa dan tangis yang terjadi. Banyak hal luar biasa
yang terjadi, baik itu yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.
Many things happened for some reason.
Banyak hal yang terjadi, entah itu yang baik, entah itu yang
buruk. Namun dibalik apa yang sudah terjadi, banyak hikmah yang dapat diambil
dan banyak pelajaran yang dapat dipetik. Dari kejadian yang baik, dapat dipetik
hal baik. Namun dari kejadian yang buruk pun, dapat dipetik hal baik juga.
Kejadian baik dipuji dan disyukuri, namun saya lupa untuk mensyukuri kejadian
buruk yang terjadi. Saya lupa bahwa apa yang sudah diberikan kepada saya oleh
Tuhan itu adalah nikmat yang harus saya syukuri.
The reason that give us things to learn.
Tahun ini memberikan saya banyak pengalaman. Tahun ini
memberikan saya banyak pelajaran. Belajar untuk menghadapi situasi penuh
tekanan dan tuntutan disana-sini. Belajar untuk menghadapi orang-orang baru
dengan visi misi beserta sudut pandang yang berbeda. Belajar untuk menerima
orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Belajar
untuk melepaskan orang lain, membiarkan ia pergi dan menerima kenyataan bahwa
dia telah pergi dan benar-benar pergi. Belajar untuk membenahi hati, perasaan
dan pikiran yang kerap carut marut, kalut dan membalada.
While we learn, some people come and some people gone.
Banyak orang yang datang dan pergi. Banyak orang yang
membekas di hati. Ada yang memberikan tawa dan ada yang memberikan tangis. Ada
yang memberikan suka dan ada yang memberikan duka. Ada yang menjadi guru dan
ada pula yang menjadi murid. Ada yang memberikan ilmu dan ada yang membagikan
ilmu. Ada yang menjadi pemberi tepukan penuh semangat dan ada yang berapi-api
menjatuhkan orang lain. Ada yang menjadi bahu untuk sandaran dan ada yang
menjadi pemberi tissue ketika menangis.
And those things teach us for not only growing up but we
also getting older.
Semua hal yang terjadi kerap membuat saya berpikir. Semua
pengalaman yang saya rasakan kerap membuat saya menerawang jauh baik ke depan
ataupun ke belakang. Apa yang sudah terjadi membuat saya berpikir dan
menerawang. Apa yang sudah terjadi memberikan dampak pada diri saya. Saya
merasa saya lebih kuat. Saya merasa saya lebih tangguh. Meskipun kerap kali
saya merasa sendu lalu menangis, namun itu bukan berarti saya lemah. Itu
berarti saya pernah melewati hal yang luar biasa pada diri saya dan saya,
masih, hidup.
Remember one thing, If somebody punch you hard, punch them
harder.
Mungkin, setengah tahun ini merupakan setengah tahun penuh tangis
untuk saya. Banyak air mata yang terproduksi. Banyak air mata yang menetes
berjatuhan. Banyak tissue yang terbuang. Entah itu yang terjatuh karena luapan
agresi. Entah itu karena ekspresi kelelahan. Entah itu karena perasaan yang
semakin kalut. Namun apalah air mata itu kalau saya masih terduduk disini,
masih sehat walafiat tanpa kurang suatu apapun, untuk mengetikkan kaleidoskop
kehidupan saya setahun kemarin. Saya masih bernafas dan saya masih hidup,
sampai saat ini. Alhamdulillah.
But you don’t have to be worry because there will be rainbow
after the storm. Believe it.
Meskipun di detik-detik penghujung tahun ini bermunculan
berbagai macam permasalahan. Entah itu yang mengguncang fisik, entah itu yang
mengguncang mental. Namun apalah arti itu semua jika saya masih bernafas saat
ini. Tanda bahwa saya masih
mampu bertahan dengan segala hal yang terjadi. Tanda bahwa saya siap untuk
menghadapi babak hidup baru dalam hidup saya. Tanda bahwa saya siap menerima
tantangan untuk memperbaiki diri jauh lebih baik dari sebelumnya. Tanda bahwa
semua hal akan baik-baik saja dan saya akan mampu melaluinya.
After all, thanks for everything, God.
Terima kasih Tuhan untuk segalanya di tahun ini. Terima
kasih untuk segala pengalaman yang Kau berikan. Terima kasih untuk segala ilmu
yang Kau berikan. Terima kasih untuk orang-orang luar biasa yang saya temui di
tahun ini. Terima kasih untuk orang-orang luar biasa yang memberikan dampak
besar dalam kehidupan saya di tahun ini. Terima kasih untuk tawa yang terjadi.
Terima kasih untuk air mata yang mengalir. Terima kasih untuk semua kabar baik.
Terima kasih untuk semua berita buruk. Terima kasih untuk bahu yang bisa
disandari. Terima kasih untuk tissue yang kerap tersodorkan. Terima kasih
Tuhan, telah mempertemukan saya dengan seseorang yang kemudian mengisi hati
saya. Meskipun kerap kali emosi terluap karena dirinya, namun saya bersyukur
Tuhan.
Terima kasih Tuhan, untuk segalanya. Semoga kesempatan yang
sudah Engkau berikan bagiku untuk kembali memperbaiki diriku akan bermanfaat
untukku. Terima kasih, Tuhan.
No comments:
Post a Comment