May 19, 2012

Petite


Date: May 18th
Time: 23:55
Weather: No Wind
Now Playing: Ellie Goulding - Guns and Horses

“Kelas berapa?”
“Udah kuliah.”
“Oohhhh udah kuliah. Baru masuk yah?”
“Engga. Udah tingkat dua.”
“Semester berapa tuh yah?”
“Semester empat."
“Ohhh udah semester empat. Kirain masih SMA, habis badannya kecil sih.”

Yah kira-kira begitulah pertanyaan dan pernyataan yang bukan cuma satu dua kali terjadi pada diri saya. Yah saya tahu postur badan saya memang lebih mirip anak SMP tapi, please lah, gaya berpakaian saya dan pembawaan saya setidaknya tidak selabil anak SMP yang baru lulus SD atau anak SMA yang baru lulus SMP. Lucunya, ketika saya bertanya pada rekan-rekan saya, “Emangnya gue bocah banget yak?” Jawaban mereka berbagai macam, seperti:
“Badan lu kecil sih. Makanya dikira anak SMP.”
“Iye lah. Gue sama lu aja kayak kakak jalan sama adek.”
“Anak jaman sekarang gizinya bagus sih. Makanya lu keliatannya bocah banget.”
Ketika saya bertanya kembali, “Gimana dong caranya biar gue engga bocah banget?” Jawaban mereka?
“Coba deh pake bajunya lebih dewasa.”
“Pake heels makanya weey!”
Ada juga yang jawab seperti ini:
“Pengenan amet sih lu dibilang tua? Udah bagus awet muda. Orang mah kaga kepengen tua lah elu pengenan banget dibilang tua.”
Duh, sungguh, bukannya saya tidak mensyukuri keawetmudaan ini, tetapi saya lelah dikira anak sekolahan terus, sungguh. Saya  lelah dengan pandangan, ‘masih kecil aja gayanya selangit’ oleh orang-orang diluar sana, entah itu yang lebih dewasa dibanding saya atau bahkan yang lebih muda. Hey  yang kecil itu cuma badan saya, secara kognisi dan emosi saya sama dewasanya dengan anda atau bahkan lebih dewasa.
Menurut saya pribadi, keawetmudaan ini terkadang menyebalkan. Terkadang, saya sering diperlakukan seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa, anak kecil yang tidak bisa apa-apa, anak kecil yang tidak bisa mengajarkan arti hidup, anak kecil yang kecil dan lemah. Meskipun dibalik disadvantages itu semua tidak selamanya tidak menguntungkan bagi saya ada juga benefitnya dari keawetmudaan ini.
Saya memang kecil, tapi pengetahuan saya tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi pengalaman saya tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi kekuatan saya juga tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi setidaknya saya tidak manja.
Selama saya mampu untuk melakukannya sendiri, insya allah, saya tidak meminta bantuan dari orang lain. Individualis, itu kata beberapa orang rekan saya. Pernyataan yang paling saya tidak suka adalah..
“Anak kecil tau apa sih?”
“Engga usah sok tau deh. Masih kecil.”
Hey I’m 19 going to 20 and you still treat me like a 8 years old kid?
Yah begitulah sekedar percikkan agresi saya. Tak berawal, tak berakhir dan tak bermakna.

No comments:

Post a Comment