Date: May 18th
Time: 23:55
Weather: No Wind
Now Playing: Ellie Goulding - Guns and Horses
“Kelas berapa?”
“Udah kuliah.”
“Oohhhh udah kuliah. Baru masuk yah?”
“Engga. Udah tingkat dua.”
“Semester berapa tuh yah?”
“Semester empat."
“Ohhh udah semester empat. Kirain masih SMA, habis badannya
kecil sih.”
Yah kira-kira begitulah pertanyaan dan pernyataan yang bukan
cuma satu dua kali terjadi pada diri saya. Yah saya tahu postur badan saya
memang lebih mirip anak SMP tapi, please lah, gaya berpakaian saya dan
pembawaan saya setidaknya tidak selabil anak SMP yang baru lulus SD atau anak
SMA yang baru lulus SMP. Lucunya, ketika saya bertanya pada rekan-rekan saya, “Emangnya
gue bocah banget yak?” Jawaban mereka berbagai macam, seperti:
“Badan lu kecil sih. Makanya dikira anak SMP.”
“Iye lah. Gue sama lu aja kayak kakak jalan sama adek.”
“Anak jaman sekarang gizinya bagus sih. Makanya lu
keliatannya bocah banget.”
Ketika saya bertanya kembali, “Gimana dong caranya biar gue
engga bocah banget?” Jawaban mereka?
“Coba deh pake bajunya lebih dewasa.”
“Pake heels makanya weey!”
Ada juga yang jawab seperti ini:
“Pengenan amet sih lu dibilang tua? Udah bagus awet muda. Orang
mah kaga kepengen tua lah elu pengenan banget dibilang tua.”
Duh, sungguh, bukannya saya tidak mensyukuri keawetmudaan
ini, tetapi saya lelah dikira anak sekolahan terus, sungguh. Saya lelah dengan pandangan, ‘masih kecil aja
gayanya selangit’ oleh orang-orang diluar sana, entah itu yang lebih dewasa
dibanding saya atau bahkan yang lebih muda. Hey yang kecil itu cuma badan saya, secara kognisi
dan emosi saya sama dewasanya dengan anda atau bahkan lebih dewasa.
Menurut saya pribadi, keawetmudaan ini terkadang
menyebalkan. Terkadang, saya sering diperlakukan seperti anak kecil yang tidak
tahu apa-apa, anak kecil yang tidak bisa apa-apa, anak kecil yang tidak bisa
mengajarkan arti hidup, anak kecil yang kecil dan lemah. Meskipun dibalik
disadvantages itu semua tidak selamanya tidak menguntungkan bagi saya ada juga
benefitnya dari keawetmudaan ini.
Saya memang kecil, tapi pengetahuan saya tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi pengalaman saya tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi kekuatan saya juga tidak kecil.
Saya memang kecil, tapi setidaknya saya tidak manja.
Selama saya mampu untuk melakukannya sendiri, insya allah,
saya tidak meminta bantuan dari orang lain. Individualis, itu kata beberapa
orang rekan saya. Pernyataan yang paling saya tidak suka adalah..
“Anak kecil tau apa sih?”
“Engga usah sok tau deh. Masih kecil.”
Hey I’m 19 going to 20 and you still treat me like a 8 years
old kid?
Yah begitulah sekedar percikkan agresi saya. Tak berawal,
tak berakhir dan tak bermakna.
No comments:
Post a Comment