Semulanya saya menulis hal ini untuk urusan pekerjaan saya. Namun
sebenarnya hal ini menarik juga untuk dibahas. Maka dari itu saya memutuskan
untuk menuliskannya lagi dengan cara yang berbeda. Apa yang saya tulis adalah
mengenai etika di sosial media. Yes, social media. Hal yang tidak bisa lepas
dari diri setiap individu pada masa kini. Kebebasan berpendapat di sosial media
pun menjadi hal yang diagung-agungkan para penggunanya. Bergerak dari mindset
bahwa setiap orang berhak mengungkapkan pendapatnya maka setiap orang bisa
mengutarakan apa saja di sosial media. Mulai dari mengungkapkan rasa syukur,
mengeluhkan permasalahan yang dihadapi, mengutarakan perasaan, menuliskan
pendapatnya sampai membagi informasi yang terkadang, belum tentu akurat.
Sebagai pengguna sosial media, saya berusaha untuk
menjunjung tinggi etika dalam bersosial media. Membagi informasi yang sifatnya
perlu dibagi, menulis status yang sifatnya ‘netral,’ mengutarakan pendapat
dengan bahasa yang sopan merupakan hal-hal yang harus dijunjung tinggi dalam
bersosial media.
Ambillah contoh mengeluhkan permasalahan. Sekali mengeluh
mungkin tidak masalah, namun jika terlalu sering hal itu akan jadi masalah. Anda
membentuk citra diri Anda sendiri sebagai orang yang mudah mengeluh. Atau contoh
lain mengutarakan pendapat dengan kata-kata yang tidak sopan. Secara tidak
langsung orang lain akan menilai bahwa Anda seringkali berbicara dengan
kata-kata yang tidak sopan juga dalam kehidupan nyatanya.
Apakah Anda sering mendapatkan informasi yang ujung-ujungnya
hoax? Saya pun sering. Maka dari itu mulai sekarang, usahakanlah untuk
melakukan konfirmasi kebenaran dari suatu informasi. Melakukan konfirmasi
informasi bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan? Daripada Anda
terlabel sebagai seseorang yang membagi informasi palsu, alangkah lebih baiknya
jika Anda mencari tahu kebenaran informasi tersebut.
Kebebasan mengutarakan pendapat kerap kali dikaitkan dengan
kebebasan penggunaan bahasa. Padahal mempergunakan bahasa yang sopan adalah hal
yang diwajibkan dalam berkomunikasi. Baik itu secara langsung ataupun tidak
langsung. Jika Anda tidak senang orang lain berbicara dengan bahasa yang tidak
sopan dengan Anda, maka janganlah Anda berbicara dengan bahasa yang tidak sopan
juga.
Hal lain yang cukup sering menjadi permasalahan di sosial
media adalah kredit. Yes, credit. Sosial media membuka peluang setiap orang
untuk mengunggah ataupun mengunduh segala macam hal. Bisa saja orang lain
mengunggah karya Anda namun melabelinya dengan nama mereka. Ini memang kembali
ke kesadaran setiap orang untuk menghargai orang lain sih sebenarnya. Jika Anda
mengunggah gambar, berikanlah watermark yang mengkreditkan diri Anda atau
cantumkan sumber gambar tersebut. Begitupula dengan tulisan.
Sudah terlalu banyak kasus yang bermula dari sosial media. Teknologi
yang sudah maju terkadang tidak diikuti dengan pola pikir yang maju pula. Jadilah
pengguna sosial media yang cerdas dan kritis. Keep smart and update! J
No comments:
Post a Comment