April 22, 2015

Etika dalam Bersosial Media

Semulanya saya menulis hal ini untuk urusan pekerjaan saya. Namun sebenarnya hal ini menarik juga untuk dibahas. Maka dari itu saya memutuskan untuk menuliskannya lagi dengan cara yang berbeda. Apa yang saya tulis adalah mengenai etika di sosial media. Yes, social media. Hal yang tidak bisa lepas dari diri setiap individu pada masa kini. Kebebasan berpendapat di sosial media pun menjadi hal yang diagung-agungkan para penggunanya. Bergerak dari mindset bahwa setiap orang berhak mengungkapkan pendapatnya maka setiap orang bisa mengutarakan apa saja di sosial media. Mulai dari mengungkapkan rasa syukur, mengeluhkan permasalahan yang dihadapi, mengutarakan perasaan, menuliskan pendapatnya sampai membagi informasi yang terkadang, belum tentu akurat.


Sebagai pengguna sosial media, saya berusaha untuk menjunjung tinggi etika dalam bersosial media. Membagi informasi yang sifatnya perlu dibagi, menulis status yang sifatnya ‘netral,’ mengutarakan pendapat dengan bahasa yang sopan merupakan hal-hal yang harus dijunjung tinggi dalam bersosial media.

Ambillah contoh mengeluhkan permasalahan. Sekali mengeluh mungkin tidak masalah, namun jika terlalu sering hal itu akan jadi masalah. Anda membentuk citra diri Anda sendiri sebagai orang yang mudah mengeluh. Atau contoh lain mengutarakan pendapat dengan kata-kata yang tidak sopan. Secara tidak langsung orang lain akan menilai bahwa Anda seringkali berbicara dengan kata-kata yang tidak sopan juga dalam kehidupan nyatanya.

Apakah Anda sering mendapatkan informasi yang ujung-ujungnya hoax? Saya pun sering. Maka dari itu mulai sekarang, usahakanlah untuk melakukan konfirmasi kebenaran dari suatu informasi. Melakukan konfirmasi informasi bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan? Daripada Anda terlabel sebagai seseorang yang membagi informasi palsu, alangkah lebih baiknya jika Anda mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

Kebebasan mengutarakan pendapat kerap kali dikaitkan dengan kebebasan penggunaan bahasa. Padahal mempergunakan bahasa yang sopan adalah hal yang diwajibkan dalam berkomunikasi. Baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Jika Anda tidak senang orang lain berbicara dengan bahasa yang tidak sopan dengan Anda, maka janganlah Anda berbicara dengan bahasa yang tidak sopan juga.

Hal lain yang cukup sering menjadi permasalahan di sosial media adalah kredit. Yes, credit. Sosial media membuka peluang setiap orang untuk mengunggah ataupun mengunduh segala macam hal. Bisa saja orang lain mengunggah karya Anda namun melabelinya dengan nama mereka. Ini memang kembali ke kesadaran setiap orang untuk menghargai orang lain sih sebenarnya. Jika Anda mengunggah gambar, berikanlah watermark yang mengkreditkan diri Anda atau cantumkan sumber gambar tersebut. Begitupula dengan tulisan.

Sudah terlalu banyak kasus yang bermula dari sosial media. Teknologi yang sudah maju terkadang tidak diikuti dengan pola pikir yang maju pula. Jadilah pengguna sosial media yang cerdas dan kritis. Keep smart and update! J

No comments:

Post a Comment