Time: 09.53 am
Weather: Sunny Warmth
Now Playing: Mbak Kustimah's Explanation about Introductory to Rorschach
Self Talk
Halo, kamu.
Hapus air matamu. Angkat dagumu. Lihatlah ke depan.
Ingatkah kamu dengan tujuanmu?
Ingatkah kamu dengan rencana hidupmu?
Ingatkah kamu dengan lingkunganmu?
Ingatkah kamu dengan orang-orang disekitarmu?
Ingatkah kamu dengan dirimu?
Mana tujuanmu?
Mana rencana hidupmu?
Mana lingkunganmu?
Mana orang-orang disekitarmu?
Mana dirimu?
Dirimu yang dulu. Dirimu yang selalu logis. Dirimu yang mandiri. Dirimu yang semangat. Dirimu yang dewasa. Dirimu yang selalu tegar dalam menghadapi permasalahan. Dirimu yang kuat. Dirimu dengan ide brilianmu. Dirimu yang jarang menangis. Dirimu yang tidak sensitif. Dirimu yang, katanya, batu. Dirimu yang ambisius. Dirimu yang selalu mengejar apa yang kamu inginkan.
Mana? Ke mana dia?
Halo, kamu.
Hapus air matamu. Angkat dagumu. Lihatlah ke depan.
Buka matamu. Buka telingamu. Buka hatimu.
Tataplah mereka yang menyayangimu. Tataplah mereka yang peduli padamu. Tataplah mereka yang berjuang untukmu. Mereka yang mengingatkanmu. Mereka yang sayang padamu. Mereka yang berjuang untukmu. Mereka tak pernah bosan untuk mengingatkanmu, untuk peduli padamu, untuk menyayangimu dan berjuang untukmu.
Namun apa yang kamu berikan kepada mereka? Kasih sayang? Balasan apa yang sudah mereka berikan padamu? Bukan. Yang kamu berikan kepada mereka itu air mata, air mata yang seharusnya tidak perlu jatuh.
Halo, kamu.
Hapus air matamu. Angkat dagumu. Lihatlah ke depan.
Lihatlah mereka. Mereka yang sayang padamu. Mereka yang peduli padamu. Mereka yang berjuang untukmu. Lawan dirimu. Lawan. Ingatlah pernyataan yang sering kau utarakan pada teman-temanmu.
"Masalah itu hadir bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Mau lari sampai kapan? Hadapi dan selesaikan."
Hadapilah. Terimalah. Ikhlaslah. Kuatlah. Wahai kamu.
Menerima kenyataan itu memang bukan hal mudah. Semua orang tahu itu. Tidak ada hal yang instan di dunia ini, wahai kamu. Semua itu butuh proses. Meskipun kamu merasa semua hal ini sulit, meskipun kamu merasa kamu tak sanggup, tapi kamu harus bisa, tapi kamu harus sanggup.
Halo, kamu.
Hapus air matamu. Angkat dagumu. Lihatlah ke depan.
Ingatlah. Apa yang terjadi sekarang, bukanlah keputusan sepihak. Kamu yang pernah ingin mau dan kamu juga mau. Memang butuh proses. Semua yang peduli padamu, semua yang menyayangimu, semua yang berjuang untukmu meyakini bahwa kamu bisa dan kamu mampu.
"There will be rainbow after rain."
Mungkin kamu sekarang menangis. Mungkin sekarang kamu tersakiti. Mungkin sekarang kamu sakit. Tapi mungkin, nanti kamu bahagia. Mungkin nanti kamu tersenyum. Mungkin nanti kamu bisa menerima semuanya. Ingat, semua hal butuh proses.
"You deserve someone better, ndah."
Ikhlaskan dan Kuatkan. Harus mau, harus bisa. Bismillah :)
With love, tears & warmth
No comments:
Post a Comment