November 10, 2014

Buku

Ya, buku. Mulai dari awal tahun sampai masuk bulan ke 11 ini saya masih disibukkan dengan urusan buku. Disaat teman-teman sebaya sudah memasang profile picture mengenakan toga, atau check in di kantor, atau bahkan sudah pindah negara, saya masih berkutat dengan tugas akhir si buku ini. Dari awal proses tugas akhir sampai saat ini, entah mengapa, saya merasa selalu ada saja kendalanya. Mulai dari pembimbing yang tidak sesuai dengan harapan, judul penelitian yang kerap kali di tolak, timeline tugas akhir yang senantiasa mundur (bahkan sampai saat ini), responden penelitian yang tidak bersedia, bercucuran keringat dan air mata mencari responden sampai akhirnya pasrah pada jalan yang diberikan Tuhan.

Mungkin memang jalannya tugas akhir saya berliku seperti ini. Mungkin memang jalannya harus ada tantangan di setiap prosesnya. Mungkin memang saya harus bercucuran keringat dan air mata dulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal di akhirnya. Sepanjang proses tugas akhir ini, alhamdulillah saya diberikan orang-orang disekitar saya yang senantiasa membantu. Entah itu hanya sekedar mengucapkan semangat, menanyakan kabar tugas akhir saya, menjadi teman diskusi, memberikan waktu dan tenaganya dan membantu, dan sebagainya. Tanpa dukungan dari orang-orang disekitar saya, mungkin saya tidak akan bisa berdiri tegar sampai saat ini menghadapi cobaan tugas akhir ini.

Kerap kali timbul rasa iri dalam diri saya kepada rekan-rekan seperjuangan saya. Iri karena mengapa proses mereka terlihat mudah, tidak begitu berliku seperti saya, jalannya yang memang mulus dan sebagainya. Namun iri itu adalah penyakit hati. Salah satu teman seperjuangan saya pernah berujar, "jangan terlalu sering ngeliat ke atas ndah, coba deh liat ke bawah...." Ya memang, masih banyak juga rekan saya yang masih berjuang seperti saya. Masih banyak juga yang, mungkin, sebenarnya lebih berliku jalannya daripada saya. Dititik itu lah saya merasa bersyukur. Saya bersyukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan pada saya selama 11 bulan ini, saya tetap diberikan kesehatan jasmani dan rohani dalam proses pengerjaan tugas akhir ini. Saya bersyukur masih diberikan orang-orang yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi pada saya untuk terus berjuang. Saya bersyukur, bahwa saya bukan tipe yang 'mudah kabur' dari permasalahan tugas akhir ini. Sekalipun kabur, saya dengan mudahnya akan dapat kembali. Saya bersyukur akan hal itu semua.

Harapan saya, ya semoga urusan akhir buku ini bisa diselesaikan secepatnya. Semoga bulan November ini bisa diseminarkan hasilnya, sehingga beban saya menguap sedikit. Semoga ibu pembimbing diberikan kesehatan dan bisa beraktifitas seperti sedia kala, agar bisa membimbing saya kembali. Dan semoga diberikan pendamping wisuda sebelum waktunya wisuda. Aamiin.

No comments:

Post a Comment