Seharian ini lihat postingan tentang ayah di jejaring sosial
yang cukup hits pada masa kini. Mulai dari post foto ayahnya, foto bersama
ayah, atau listening to lagu ADA Band yang Terbaik Bagimu. Berhubung saya tidak
punya foto dengan Ayah saya yang baru, kalau pas masih kecil sih di rumah
banyak, namun kan saya di kosan, jadi bisanya ya menulis! Hihi.
Let’s begin with the
story between me and my dad.
Saya menyadari hubungan saya dengan Papah memang tidak
begitu dekat ketika sedang ada praktikum di kampus. Pada saat praktikum itu
saya berpasangan dengan rekan saya dan praktikumnya dengan metode wawancara.
Ada pertanyaan mengenai relasi dengan Ayah. Entah mengapa ketika pertanyaan itu
terlontar saya mendadak menangis dan seketika teringat dengan Papah. Disitu
saya menyadari bahwa hubungan saya dengan Papah tidak begitu dekat. Namun
meskipun begitu, saya sayang sekali dengan Papah.
Papah memang tidak sebegitu perhatiannya seperti Mamah.
Papah menunjukkan perhatiannya dengan cara yang berbeda. Papah selalu setia
menjemput saya setiap saya pulang ke Jakarta pada jam kapanpun, entah itu malam
sekalipun Papah pasti akan jemput dan mengajak makan. Papah selalu setia
mengantar saya kemana saja, mulai dari wawancara untuk magang sampai urusan
liputan kerjaan magang saya. Papah selalu mengingatkan saya untuk tetap ingat
Allah dengan sholat, puasa dan amalan lainnya. Papah selalu memberikan materi
yang saya butuhkan kapanpun saya minta, memang sih saya juga mintanya ketika
sedang kepepet, tapi Papah selalu kasih. Betapa ia sangat sayang saya.
Memang saya terkadang bandel tidak mau menuruti beliau. Suka
tidak langsung sholat ketika adzan,
malas diajak pergi pengajian (but seriously, saya memang lebih suka ngaji
sendiri daripada beramai-ramai), suka lupa kalau disuruh membayar zakat dari
penghasilan yang saya dapat, suka tidak nurut dengan komentar beliau yang
menyuruh saya ganti baju karena terlalu pendek atau terbuka dan hal-hal lain
yang mungkin membuat beliau sedikit kecewa. Namun beliau tetap sayang dan
memberikan perhatiannya pada saya.
Saya minta maaf Pah seringkali tidak menuruti perkataanmu.
Saya akan terus berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepadamu,
membanggakanmu, menjadi yang terbaik bagimu dan tidak akan mengecewakanmu. Saya
mohon doa restumu untuk segala macam hal yang saya lakukan untukmu.
Saya sayang
Papah :)
No comments:
Post a Comment